Heboh..!, Perkataan Kepsek SMA YP Karya Yang Di Duga Arogan, Membuat Masyarakat Kesal
Kota Tangerang, MCN Nusantara – Ada- ada saja ulah oknum Kepala Sekolah (Kepsek) SMA YP Karya, yang beralamat di gang Kosambi, jalan KH. Hasyim Ashari, KM 3, Kelurahan Buaran lndah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang-Banten, Hadjaratih, yang dinilai arogan dalam melakukan hubungan komunikasi sosial lintas sektoral.
Dan ini tidak sesuai dengan perintah harian Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten dalam ruang lingkup kemasyarakatan. Hal ini disampaikan oleh Sekjen Garda Aktif Tangerang Raya (Gatra), Asep Subarna, yang biasa dipanggil bang Ucup ini.
Dalam pernyataannya, dia menyebut bahwa oknum Kepsek terlalu bertindak semena- mena dalam melaksanakan tugasnya sebagai Kepala Sekolah. Dan tidak mencerminkan kepribadian yang tidak pantas untuk di contoh.
“Semestinya, sebagai Kepsek itu harus bisa mengayomi kesemua lini, yakni kepada para dewan guru dan para murid. Ciptakan berbahasa yang santun, penuh kearifan, memberikan edukasi yang baik terhadap pribadi atau umum. Dan timbulkan segala respon positif yang baik dalam berinteraksi serta berkomunikasi selayaknya sebagai Kepala Sekolah., ” ujarnya.
Hal ini terjadi pada kronologi peristiwa, pada hari jumat pagi tanggal 5 juli 2024, Fallen (siswi SMA YPK Kota Tangerang) dan beberapa siswa- siswi lainnya dapat kabar dari sekolah bahwa dana Program Indonesia Pintar (PIP) sudah cair.
Maka diarahkanlah para siswa- siswi ke Bank Negara Indonesia (BNI) cabang Karang Tengah, Kota Tangerang, guna untuk pengambilan uang PIP. Dan hampir semua siswa- siswi setelah mengambil uang PIP harus kembali ke sekolah, walaupun masih dalam keadaan libur pasca pembagian raport kenaikan kelas.
Para siswa- siswi diarahkan kembali kesekolah oleh Kepsek guna untuk menyetorkan uang PIP tersebut, tetapi Fallen, siang itu tidak bisa ke sekolah melainkan langsung pulang ke rumah, karena Fallen belum mengerti cara mengambil uang PIP tersebut.
Akhirnya secara terpaksa Fallen kembali lagi ke BNI cabang Karang Tengah dan akhirnya bisa juga Fallen mengambil uang PIP yang berjumlah Rp. 1.000.000,00 (Satu juta rupiah) dan masih ada didalam kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sejumlah Rp. 800.000,00.
Tetapi setelah uang sudah ditangan Fallen, dan waktu sudah mejelang sore, Fallen kembali tidak ke sekolah karena kondisi badannya kurang sehat. Setelah sampai rumah uang PIP dititipkan kepada ibunya sebanyak Rp. 1.000.000,00 (Satu juta rupiah) dan meminta tolong kepada ibunya agar hari senin diantarkan uang PIP nya kesekolah.
Dan rupanya ada beberapa guru yang sudah menunggu kedatangan Fallen ke sekolah pada sore itu, karena perintah dari kepala sekolah. Dan pihak dari sekolah terus menghubungi Fallen lewat telpon dan whatsAPP, tetapi memang Fallen slow respon, karena sepulang dari BNI cabang Karang Tengah Fallen langsung tidur dirumahnya. Dan setelah kurang lebih 3 jam Fallen baru bisa balas WhatsAPP dari pihak sekolah.
Ibunya Fallen hari senin, tanggal 8 juli 2024 tidak kesekolah karna tempatnya bekerja tidak memberikan ijin pada hari senin, tetapi Fallen tetap kesekolah karna tugas harian dan secara kebetulan hari senin tersebut Kepsek tidak memanggilnya. Akhirnya hari selasa 9 juli 2024 jam 10.00 pagi ibunya Fallen baru bisa kesekolah (berangkat dari tempatnya bekerja) guna untuk menyetorkan uang PIP yang kemarin dititipkan Fallen, te tapi Fallen sudah tidak ada disekolah di karenakan pada jam 8 pagi itu Fallen yang sedang latihan menari untuk Pensi di sekolah dan dipanggil Kepsek guna untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, dikarenakan kurang respon menjawab telpon dan membalas chat wahatsAPP dari pihak sekolah. Dan langsung Kepsek mencaci maki Fallen dengan bahasa kasar.
“Gila enggak kamu, utang kamu dari maret, april, may, kita disini butuh makan, kamu datang kesini cium tangan minta suruh ngambil ATM, kamu sudah saya coret diari Dinas. Kamu punya etika enggak sih, mana duitnya, mana ATM nya, panggil ibu kamu, enggak tahu malu banget kamu..!, jahat kamu itu..!. Kamu bisa ngambil duit Rp1. 800.000,00 dari mana..!?, saya yang tanda tangan, bukan tukang gado- gado, kamu balas tidak WhatsAPP saya, sampai bu Nadia dan Pak Wawan dari jam 7 nungguin kamu. Demi Allah ya si Pak Wawan dan bu Nadia liat kamu tidak bakal naik kelas dan lu pindah sekarang atau pergi dari sini, kamu dengan sengaja mengambil uang satu juta. Kamu tidak di didik ya sama ibu kamu cara beretika dengan baik, dimana otak kamu, ” hardik Hadjaratih dengan emosi.
Masih kata dia, bahwa dia menyuruh ke Fallen agar keluar dari sekolah dan silahkan bawa duit Rp1. 800.000,00 (Satu juta delapan ratus rupiah). Fallen dilarang menginjakan kaki lagi di sekolah sebelum ibunya Fallen datang.
“Mau pulang atau keluar silahkan, bawa itu duit Rp1.800. 000 00. Gue sumpahin dunia akhirat enggak bakalan rezeki kamu lebih gede dari Rp1.800.000, 00 itu. Dimana hati kamu, emang duit cair yang tanda tangan dari ibu kamu..!, saya bukan tukang gado- gado, saya ini Kepala Sekolah, saya ada SK nya, ada suratnya. Kamu merasa bersalah enggak..!, tapi memang hati kamu yang busuk..!, di suruh Pak Wawan datang kamu tidak datang, dasar tidak tau berterima kasih, “dengan sumpah serapahnya kepsek memarahi Fallen.
Saat awak media dan LSM menyambangi sekolah SMA YPK , Kota Tangerang, tidak bisa menemui Kepala sekolah, dikarenakan lagi diluar dan hanya menemui Muhamad Darmawan (Wawan) selaku 0perator sekolah.
” Ya Pak, maaf kami sudah di panggil dan menghadap PPA dan sudah juga di panggil KCD beberapa waktu yang lalu dan Alhamdulillah sudah selesai. Dan kami juga meminta agar Fallen kembali sekolah disini. Sekali lagi kami disini minta maaf atas kejadian itu, ” ujar Wawan penuh harap saat bincang- bincang kepada awak media di ruang tamu sekolah, selasa (20/8/24).
Dia menambahkan, agar lebih pasnya, bapak dan ibu nanti ketemu dan bicara langsung dengan kepsek nya, sebab dia takut salah ngomong dalam menyampaikan kalimat.
(Syams 007)
