Lantaran Usulan Warga Ke Pemdes Tak Kunjung Hasil : Pengusaha Muda Asal Desa Cikasungka, Didi Jumaidi Bangun Jembatan Antar Kampung Senilai 53 Juta
Kabupaten Tangerang, mcnnusantara.com – Jembatan sederhana terbuat dari bambu, melintang di atas kali Conteng, yang kondisinya cukup membahayakan keselamatan warga yang melintas, terutama di saat hujan, licin dan rapuh, kini sudah tidak nampak lagi, menjadi cerita keprihatinan dan keluhan masyarakat kampung Ranca Cubluk, kampung Ranca petey dan kampung Pasir Malaka desa Cikasungka, kecamatan solear kabupaten Tangerang yang belum pernah tersentuh Anggaran pemerintah.
Berkali kali masyarakat kampung sekitar mengajukan permohonan kepada pemerintah desa Cikasungka, namun pihak pemerintah desa hanya bisa menghiburnya dengan cara mengukur dan di ukur lagi, bahkan saking urgennya kondisi,
Salah satu warga Rokip, minta di bantu semen kepada Kades M Supriadi, Kades Cikasungka, mengatakan “nanti aja, ada anggaranya, untuk di bangun” kenyataan janji Kades tidak ada realisasinya, ungkap Rokip warga kp. Ranca Cubluk desa Cikasungka menyampaikan pernyataan Kades Cikasungka 16/6/2023
Lebih lanjut Rokip, mengatakan “Kejadian jatuh terpeleset, sudah menjadi hal biasa, karena kondisi bambu licin dan rapuh atau masalah lain karena jalan kampung sekitar masih alami, yaitu jalan tanah dan belum tersentuh APBD atau DDes, masyarakat hanya bisa pasrah dengan segala bentuk keterbatasan, segala upaya sudah di laksanakan, namun faktanya berkehendak lain, pembangunan berbentuk Jembatan yang sangat di harapkan masyarakat, sangat sulit terealisasi,
“Dalam hal ini mengetuk hati Didi Jumaidi, warga kampung Cikasungka yang berprofesi sebagai penyedia jasa konstruksi kelistrikan yang saat ini berkiprah sebagai vendor di PLN kabupaten tangerang,” ungkap Rokip 16/6/2023
Ditempat yang sana Oling, mantan kades Cikasungka, yang di tunjuk sebagi ketua pelaksana kegiatan di temui di lokasi kegiatan mengatakan,”beberapa kali pertemuan pembahasan konstruksi dan estimasi biaya, timbullah jumlah anggaran yang di butuhkan sebesar Rp.53 000 000,- dengan volume panjang sepuluh meter lebar dua meter.
“tanpa pikir panjang Didi menyepakati, sontak masyarakat menyambutnya dengan kegembiraan, terimakasih dan bersyukur, atas kesanggupan Didi menyediakan anggaran yang di butuhkan di saat kondisi ekonomi sedang pemulihan pasca pandemi, namun Didi, siap mendanai seluruh biaya pembangunan jembatan dengan mekanisme pelaksanaan kegiatan memperdayakan masyarakat sekitar sebagai tenaga harian,” tutur mantan Kades Cikasungka, Oling 16/6/2023
Masih di tempat yang sama, Didi Jumaidi mengatakan,”Sebagai warga masyarakat daerah perkampungan, yang sejak lahir hingga sekarang sudah memiliki keluarga, tentunya prihatin melihat bentuk kekurangan kebutuhan masyarakat yang cukup vital, yaitu jembatan penghubung antar kampung, beberapa kali mendengar anak sekolah jatuh, kaum perempuan dan masyarakat sekitar juga mengalami hal yang sama terutama di saat musim hujan, miris mendengarnya, beberapakali keluhan masyarakat mengatakan, “sudah berkali kali di usulkan, tapi cuma di ukur oleh staf desa Cikasungka, di tunggu ganti bulan ganti tahun, ternyata hasilnya masih NIHIL, tidak di lanjutkan dengan pembangunan,” jelasnya
Lanjut Didi, Alhamdulillah, setelah saya ada Rizki, saya bersama masyarakat kampung Ranca Cubluk, Pasir Malaka dan sekitarnya, secara bersama merealisasikan harapan masyarakat, dan hingga saat ini, sudah memasuki
sekitar minggu ke tiga, pekerjaan terselesaikan sekitar 70%, “ujarnya
Masih kata Didi, terbangunnya jembatan penghubung antar kampung di harapkan keselamatan masyarakat dan anak anak sekolah yang melintas setiap hari, bisa merasa aman, nyaman dan lancar, masyarakat sekitar di harapkan secara bersama saling menjaga dan merawatnya, agar jembatan penghubung antar kampung yang di harapkan dan di tunggu-tunggu masyarakat ini bisa menjadi sarana yang selalu terpelihara secara bergotong royong, agar kedepannya lebih di tingkatkan lagi karena jalan menuju persawahan masih Tanah dan licin, perlahan lahan kita upayakan bersama, kasian petani biar mobilisasi hasil sawahnya aman lancar tidak beresiko terpeleset jatuh karena licin khususnya di saat musim hujan, “tutup Didi
> sitinurjanah
