Lapas Kelas I Tangerang Bekali Warga Binaan Keahlian Bertani Modern
Kota Tangerang, MCN Nusantara — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang resmi mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui pengembangan budidaya kangkung metode hidroponik. Langkah inovatif ini diambil sebagai respons adaptif terhadap tantangan cuaca ekstrem sekaligus upaya memperkuat ketahanan pangan di lingkungan Lapas.
Transformasi metode tanam ini merupakan hasil evaluasi mendalam dari kegiatan pertanian sebelumnya. Tercatat pada periode panen bulan lalu, budidaya berbasis media tanah konvensional mengalami kegagalan hingga 80% akibat tingginya intensitas curah hujan.
Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat,
menegaskan bahwa beralih ke sistem hidroponik adalah langkah strategis agar produktivitas Warga Binaan tidak terhenti oleh faktor alam.
“Budidaya hidroponik kami kembangkan sebagai solusi cerdas untuk menyiasati keterbatasan lahan dan kendala cuaca. Selain mendukung ketahanan pangan internal, program ini menjadi sarana transfer ilmu pertanian modern yang aplikatif bagi Warga Binaan saat kembali ke masyarakat nanti,” ujar Beni.
Keunggulan Metode dan Keterlibatan Warga Binaan
Metode hidroponik dipilih karena efektivitasnya yang tidak bergantung pada kesuburan tanah dan lebih mudah dikendalikan konsumsi nutrisinya. Di bawah koordinasi Seksi Bimbingan Kerja, para Warga Binaan terlibat aktif dalam seluruh rantai produksi, mulai dari penyemaian benih, pengaturan nutrisi, hingga perawatan harian.
Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Aris Supriyadi,
menambahkan bahwa fokus utama program ini adalah pada aspek edukasi dan pemberdayaan.
“Kami ingin mereka memahami ekosistem pertanian modern secara utuh. Dengan keterampilan ini, mereka memiliki bekal nyata untuk membuka peluang usaha mandiri pasca-bebas,” jelas Aris.
Salah satu Warga Binaan berinisial G, menyatakan antusiasmenya terhadap program ini. “Kami belajar teknik baru yang ternyata bisa dilakukan di lahan sempit. Harapannya, ilmu ini bisa saya praktikkan di rumah nanti,” ungkapnya.
Melalui program ini, Lapas Kelas I Tangerang kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang adaptif dan berdampak nyata, demi mewujudkan sistem pemasyarakatan yang mandiri dan berdaya guna.
