Mahasiswa Gelar Aksi Prakondisi di Perbatasan Luwu Wajo, Masyarakat Beri Dukungan
LUWU, MCNNUSANTARA.COM – Setelah aksi di Kota Palopo. Aliansi Perjuangan Masyarakat Tana Luwu kembali menggelar aksi prakondisi di perbatasan Luwu Wajo. Rabu, Januari 2026.
Aksi tersebut merupakan bagian dari rangkaian perjuangan pemekaran Provinsi Luwu Raya. Terpantau massa aksi membakar ban bekas dan menghentikan mobil truk untuk digunakan sebagai panggung orasinya sehingga mengakibatkan jalan umum trans Sulawesi lumpuh total.
Massa aksi menyampaikan tuntutan terkait keadilan pembangunan dan mendesak pemekaran Provinsi Luwu Raya sebagai solusi atas ketimpangan struktural yang selama ini dirasakan masyarakat Tana Luwu.
Menariknya, di tengah aksi tersebut, dukungan masyarakat sekitar terlihat jelas. Sejumlah warga tampak menyampaikan simpati dan dukungan terhadap langkah yang dilakukan mahasiswa dan pemuda, yang dinilai mewakili aspirasi masyarakat Tana Luwu secara luas.
Rahmat Sharti selaku Jenlap. “Aksi ini merupakan aksi untuk membangkitkan spirit perjuangan untuk bersama-sama memperjuangkan tanah Luwu menuju provinsi Luwu raya. Dukungan masyarakat menjadi bukti bahwa tuntutan ini adalah keinginan bersama”. Ujarnya.
Sementara itu, Muh. Yahya M wajenlap menegaskan bahwa aksi prakondisi ini merupakan bagian dari strategi konsolidasi gerakan sebelum memasuki tahapan aksi yang lebih besar.
“Aksi hari ini sebagai alaram kepada seluruh pemangku kebijakan bahwa perjuangan pemekaran Provinsi Luwu Raya akan terus berlanjut sampai tuntutan masyarakat tanah Luwu direalisasikan,” tegasnya.
Aliansi Perjuangan Masyarakat Tana Luwu juga menyampaikan bahwa aksi lanjutan akan kembali digelar pada esok hari sebagai bentuk konsistensi dan keseriusan dalam mengawal tuntutan pemekaran Provinsi Luwu Raya.
Mereka menegaskan bahwa rangkaian aksi ini akan terus dilakukan secara bertahap hingga pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan memberikan respons nyata dan keberpihakan yang jelas terhadap aspirasi masyarakat Tana Luwu.
Aksi berlangsung dengan pengamanan aparat kepolisian dan berakhir setelah massa membuka kembali akses jalan yang sempat diblokade. [AS]
