Proyek Pembangunan Jembatan CV. ZMJ Putra di Desa Sumur Bandung Terkesan Kucing-kucingan
TANGERANG, MCN NUSANTARA – Proyek pembangunan jembatan penyebrangan yang di bangun menggunakan anggaran negara. belakangan ini selalu saja ada oknum pemborong nakal. Yang mencoba main kucing- kucingan dan sembunyi-sembunyi dengan pegiat kontrol sosial bahkan terkesan risih dengan Wartawan/ Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM),
Seperti yang terjadi di proyek pembangunan jembatan di Kp.Kunir, Rt. 011/005, Ds.Sumurbandung, Kecamatan Jayanti. Kabupaten Tangerang – Banten dengan total pagu anggaran Rp.148.676.000,- bersumber dari APBD TA. 2025 kegiatan Dinas Jasa Marga dan Sumber Daya Air (SDA) yang di kerjakan oleh CV. ZMJ Putra. Jumat, (16/06/2025).
Diduga pihak pelaksana proyek sendiri tidak ada kata permisi kepada pemangku wilayah, baik itu Desa, maupun Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) Setempat.
Proyek pembangunan Jembatan ini di biaya dari hasil pajak masyarakat, yang seharusnya juga terbuka dengan masyarakat. Jangan ada kesan risih apabila yang menanyakan kegiatan siapa dan darimana asalnya.
Dari hasil penelusuran awak media ke lokasi dan meminta keterangan Ketua Rt. Ketua Rukun Tetangga (RT) pun menerangkan “Sejak pertama pembangunan tidak ada kata permisi atau koordinasi ke wilayah. Adanya proyek pembangunan jembatan ini, kami tidak tahu menahu, itu proyek siapa dari mana asalnya. Kami selaku ketua Rt tidak pernah diajak musyawarah bahkan sosialisasi” Ujar ketua Rt.011 dan Ketua Rt. 016
Hal senada juga di ungkapkan Sekretaris Desa Sumurbandung Mashyudi saat di konfirmasi lewat pesan whatsapp mengungkapkan “Belum ada konfirmasi ke Desa, dan saya juga tidak tahu kalau ada proyek pembangunan jembatan” Ungkap Sekdes Sumurbandung.
Dari pantauan di lapangan para pekerja tidak di lengkapi dengan Alat pelindung diri (APD) yang sesuai dengan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3), K3 adalah sebuah konsep yang berfokus pada upaya menjamin dan melindungi keselamatan serta kesehatan tenaga kerja melalui pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
Sampai berita ini di terbitkan belum ada pihak pelaksana yang dapat di konfirmasi. (SAM)
