SMAN 6 Kota Tangerang Dalam Pelaksanaan PPDB 2023/2024 diduga Pakai Jasa Pengamatan Dari Aparat Kepolisian
MCNNUSANTARA.com | Kota Tangerang – Dalam rangka pelaksanaan PPDB, di provinsi Banten, tahun 2023/2024.
khusus nya di kota Tangerang, terkait penerimaan peserta didik baru di (PPDB) jenjang SMA/SMK. masih jauh dari harapan masyarakat, pelaksanaan PPDB. Yang sudah di atur dalam Permendikbud, dan pergub. tidak berjalan mulus, bahkan terkesan amburadul, dan sangat mengecewakan buat para orang tua siswa yang anak mengikuti seleksi penerimaan melalui jalur online.
Dari 3 tahapan yang di atur dalam juklak, dan juknis, melalui sistim, zonasi, afirmasi, dan prestasi. Semua nya hanya, diduga permainan dari panitia, PPDB.
Melalui zonasi, banyak calon siswa yang jarak nya dari rumah ke sekolah tidak terlalu jauh, tetap saja tidak masuk dan Terdegredasi oleh siswa dari luar zona, bahkan panitia tidak mengumumkan secara tertulis berapa jarak yang di terima untuk sistim zonasi di sekolah tersebut, dan berapa siswa yang di terima dengan sistim zonasi. sekolah tidak mengumumkan di papan pengumuman sehingga susah di lacak.
Ketika banyak orang tua siswa menanyakan kepada pihak sekolah, mereka tidak dapat penjelasan dari pihak panitia.
Bahkan di sekolah sekolah di jaga oleh aparat kepolisian. yang dalam hal ini bukan kewenangan pihak kepolisian seperti di sekolah SMAN 6 kota Tangerang, banyak aparat lebih dari satu orang yang berjaga, Seakan sekolah tersebut akan di demo oleh para orang tua siswa.
Ketika wartawan mendatangi sekolah SMAN 6 Kota Tangerang, untuk mengkonfirmasi kepada pihak kepala sekolah mereka di hadang oleh pihak aparat kepolisian yang berjaga di sekolah tersebut, sambil menanyakan, mau ketemu siapa, dan keperluan nya apa.
Seharusnya pihak kepolisian tidak etis. menanyakan seorang jurnalis, apa kepentingan nya kesekolah.
Berdasarkan informasi yang di peroleh dari masyarakat, di SMAN 6 ada indikasi. kecurangan dalam pelaksanaan PPDB 2023/2024.
Ketika wartawan mencoba menemui kepsek SMAN 6. di katakan kalau kepsek sedang tidak ada di sekolah, oleh salah seorang oknum aparat kepolisian, yang sedang berjaga. bahkan mereka berusaha mengajak para wartawan menjauh dari sekolah di saat itu kedua wartawan tersebut. di berikan dua buah amplop putih. yang belum jelas, maksud nya untuk apa amplop tersebut.
> red
