Warga Kecamatan Jayanti Digegerkan Gantung Diri Dikamar Mandi, Polsek Cisoka Lakukan Olah TKP
MCNNusantara.com, | Warga di Kecamatan Jayanti digegerkan pria di perumahan Taman Cikande Blok B.10/21 Rt.004/001 Desa Cikande Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang sekitar pukul 15.30 wib, kamis (04/04).
Atas laporan warga, Polsek Cisoka Polresta Tangerang Polda Banten menerima laporan Penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki piket fungsi Polsek Cisoka yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Iwan Dewantoro, SH beserta personel lainnya mendatangi dan cek lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 16.15 Wib.
diketahui identitas korban bernama Prasetya Cahya Stiyatno (31) tempat tanggal lahir Tangerang 06 Juli 1991, jenis kelamin laki-laki, status pekerjaan karyawan swasta, beragama Islam, bertempat tinggal di Taman Cikande Blok B 10/21 RT.004/001 Desa Cikande Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang – Banten
Arwelisa (29) merupakan saksi juga istri korban menjelaskan ” saya hendak kekamar mandi, sesampainya kekamar mandi melihat sang suami sudah ditemukan gantung diri dengan seutas tali kira-kira pukul 15.30 wib, mengetahui hal tersebut arwelisa pun bergegas memberitahukan kepada ibunya Sri Wahyuni yang kebetulan dalam satu rumah.
atas peristiwa meninggalnya suaminya arwelisa beserta ibunya melaporkan kejadian tersebut ke pihak RT 004 dan atas kejadian tersebutpun ketua RT melaporkan ke Polsek Cisoka.
Akp. Eldi, SH Kapolsek Cisoka Polresta Tangerang Melalui Iptu Iwan Dewantoro SH, Kanit reskrim mengolah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, kemudian Kanit Reskrim Mendatangi dan mengamankan TKP, Mendata dan Meminta Keterangan saksi saksi, Mendatangi rumah duka, Membuat Lapga, Dokumentasi dan Melaporkan Kepada pimpinan.
Dari hasil olah TKP tidak ditemukan kejanggalan lain hanya saja cairan sperma yang keluar dari kelamin korban, dan tidak ditemukan kekerasan lainnya.
Permintaan pihak keluarga untuk tidak dilakukan visum/autopsi dengan membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan pemeriksaannya dan menerima bahwa kejadian ini dianggap sebagai musibah. tutupn Iwan. (MH-MCNN)
