Penyaluran KUR di Banten Mencapai 6,9 Triliun Dorong Pemerataan Ekonomi dan Pemberdayaan UMKM
Banten, MCN Nusantara – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) berperan besar dalam mendorong pemerataan ekonomi di daerah. Program ini membuka akses permodalan, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat daya saing UMKM di seluruh wilayah Banten.
“Penyaluran KUR ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya Asta Cita ke6: pembangunan dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” ujar Andra Soni usai mengikuti Akad Massal KUR 800.000 Debitur secara virtual di Pendopo Gubernur, KP3B, Kota Serang.
Data BPS menunjukkan, angka kemiskinan di Banten turun menjadi 5,63 persen pada Maret 2025, sementara pertumbuhan ekonomi mencapai 5,33 persen. Gubernur optimistis, sinergi KUR dan program perlindungan sosial akan memperkuat fondasi ekonomi rakyat.
Andra Soni juga menyoroti kemajuan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau lebih dari 1,1 juta pelajar di Banten.
“Mudah-mudahan total 3,5 juta warga Banten akan mendapatkan makan bergizi gratis setiap hari,” ujarnya.
Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, kegiatan akad massal ini melibatkan 800 ribu pelaku UMKM dari 38 provinsi. Di Banten, total penyaluran KUR mencapai Rp6,9 triliun dengan 49.120 debitur.
“Ini bukan sekadar angka, tapi simbol dari harapan dan peluang yang dibuka untuk jutaan pelaku usaha,” kata Deputi CEO Regional 4 Bank BJB Rahadian Agus Hamdani.
Warga sedulur Banten, Pemerintah Provinsi Banten terus memperkuat akses permodalan bagi pelaku UMKM agar tumbuh, mandiri, dan menjadi motor pemerataan ekonomi rakyat
